Konsep Farmakologi

Posted: April 27, 2012 in Uncategorized
Obat merupakan senyawa yang digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosis, penyakit/gangguan, atau menimbulkan suatu kondisi tertentu, misalnya membuat seseorang infertil, atau melumpuhkan otot rangka selama pembedahan. Obat = RACUN karena obat selain bermanfaat dalam pengobatan penyakit, juga merupakan sumber penyakit. Efek samping obat meningkat sejalan dengan jumlah obat yang diminum. Survei di USA, sekitar 5% pasien masuk rumah sakit akibat obat. Melihat fakta tersebut, maka pengetahuan akan obat (Farmakologi) menjadi sesuatu yang sangat penting.
Pengertian Farmakologi
  • Farmakologi = Ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi, resorpsi, dan nasibnya dalam organisme hidup.
  • Farmakologi klinis merupakan ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara obat dan tubuh manusia khususnya, serta penggunaan pada pengobatan penyakit.

Cakupan Farmakologi

  • Farmakognosi
  • Biofarmasi
  • Farmakokinetika/Farmakodinamika
  • Toksikologi
  • Farmakoterapi

1. Farmakognosi

Mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat-zat aktifnya,yang berasal dari dunia mineral dan hewan. Pada zaman obat sintesis, peranan ilmu farmakognosi sudah sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber untuk obat-obat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi semakin penting.

2. Biofarmasi

Mempelajari pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dalam bentuk sediaan mana obat harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal, ketersediaan hayati obat dalam tubuh untuk diresorpsi dan untuk melakukan efeknya (farmaceutical dan biological availability), dan juga kesetaraan teraupetis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic equivalance).

3. Farmakokinetika

Mempelajari perjalanan obat, mulai dari saat pemberiannya, bagaimana absorbsi di usus, transpor dalam darah, dan distribusinya ke tempat kerjanya dan jaringan lain, bagaimana perombakannya (biotransformasi) dan akhirnya ekskresinya oleh ginjal.

4. Farmakodinamika

Mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup, terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek teraupetis yang ditimbulkannya.

5. Toksikologi

Pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap tubuh dan sebetulnya termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika, karena efek teraupetis obat berhubungan erat dengan efek toksisnya. Pada hakikatnya setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja sebagai racun dan merusak organisme (“sola dosis facit venenum” : hanya dosis membuat racun, Paracelcus).

6. Farmakoterapi

Mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di satu pihak dan penyakit di pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas pengalaman yang lama (dasar empiris).

Penggolongan Obat Terapi

  • Obat Farmakodinamis
    Bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia dalam tubuh. Misalnya ; hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.
  • Obat Kemoterapeutis
    1. Dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah.
    2. Hendaknya obat ini memiliki kegiatan farmakodinamika yang sekecil-kecilnya terhadap organisme tuan rumah dan berkhasiat membunuh sebesar-besarnya terhadap sebanyak mungkin parasit (cacing,protozoa) dan mikro-organisme (bakteri dan virus).
    3. Obat-obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat-obat kanker) termasuk golongan ini.
  • Obat Diagnostis

    Obat pembantu untuk melakukan diagnosis (pengenalan penyakit), misalnya ; dari saluran lambung-usus (bariumsulfat) dan saluran empedu (natriumiopanoat dan asam iod organik lainnya).

Macam-Macam Obat

1. Obat yang Mempengaruhi Sistem Saraf Otonom (SSO)

– Agonis Kolinergik

– Antagonis Kolinergik

– Agonis Adrenergik

– Antagonis Adrenergik

2. Obat yang Mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP)

– Obat Ansiolitik dan Hipnotik

– Obat Anastetik

– Obat Antidepresant

– Obat Neuroleptika

– Obat untuk pengobatan Parkinson dan Epilepsi

3. Obat yang Mempengaruhi Sistem Kardiovaskular

– Obat Antiaritmia

– Obat Antiangina

– Obat Antihipertensi

– Obat Antihiperlipidemik

– Obat Gagal Jantung Kongestif dan Obat yang mempengaruhi darah

4. Obat yang Mempengaruhi Sistem Organ Lain

– Obat Diuretik

– Obat saluran pencernaan dan anti muntah

– Obat yang mempengaruhi sistem pernafasan

– Hormon Hipofisis dan Tiroid

– Hormon Steroid

– Insulin dan obat Hipoglikemik oral

5. Obat Kemoterapeutik

– Obat Antimikrobakterial

– Obat Anti Jamur

– Obat Anti Protozoa

– Obat Antelmintik

– Obat Anti Virus

– Obat Antikanker

6. Obat Anti-inflamasi dan Autakoid

– Obat Anti-inflamasi

– Autakoid dan Antagonis Autakoid

Rute Pemberian Obat

  1. Enteral ; Oral, Sublingual, dan Rektal.
  2. Parenteral ; Intravaskular, (IV), Intramuskular (IM),dan  Subkutan (SC).
  3. Lain-lain ; Inhalasi, Intranasal, Intratekal/intraventrikular, Topikal, dan Transdermal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s