PERBANDINGAN PP26/1965; PP25/1980 DAN PP51/2009 TERKAIT APOTEK

Posted: Desember 11, 2012 in Uncategorized

Sekian banyak Apoteker dan pihak-pihak terkait masih kebingungan mengenai implementasi PP51/2009 (khususnya terkait Apotek). Tugas birokrasi pemerintah (dinas kab/kota) menurut PP ini menjadi lebih ringan : menerbitkan izin praktik apoteker berdasarkan tanda registrasi, pernyataan kompetensi, komitmen pelayanan dan kepemilikan tempat praktik berdasarkan standar pelayanan yg diteteapkan oleh menteri. Tugas organisasi menjadi lebih berat : menyatakan kompetensi, menerbitkan rekomendasi berbasis kompetensi, menetapkan standar profesi , mengambil komitmen kompetensi dan menjaga kode etik profesi. Sedangkan pemodal adalah hanya bersifat komplementer (pelengkap/penyerta) dan tidak boleh terlibat dalam berbagai kegiatan praktik kefarmasian yang dijalankan oleh apoteker.

Rangkuman berikut, sekurangnya dapat menjadi bahan informasi yang dapat dijadikan rujukan singkat dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Akan lebih komprehensif lagi jika sekiranya semua pihak dapat memahami Paradigma yang diletakkan dan dibangun oleh Pemerintah dalam kerangka untuk mencapai kualitas pelayanan publik yang kompetens dan dalam suatu lingkungan global yang sangat kompetitif.

 

NO.

PERIHAL

PP 26/1965

PP 25/1980

PP 51/2009

1.

Nomenklatur PP

APOTIK

APOTIK (Perubahan)

PEKERJAAN KEFARMASIAN

2.

Keputusan

Membatalkan semua peraturan mengenai Apotik sebelumnya.

Mengubah PP 26/1965

Mencabut dan membatalkan PP25/1980

3.

Definisi APOTIK

Apotik ialah suatu tempat tertentu, di mana dilakukan usaha-usaha dalam bidang farmasi dan pekerjaan kefarmasian,

Apotik adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada masyarakat

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker

4.

TUGAS DAN FUNGSI APOTIK

  1. Pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat.
  2. Penyaluran perbekalan kesehatan di bidang farmasi yang meliputi: obat, bahan obat, obat aseli Indonesia, kosmetik, alat-alat kesehatan, dan sebagainya.
    1. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan;
    2. Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat;
    3. Sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata.
 

Sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker

5.

KEGIATAN/AKTIFITAS OPERASIONAL APOTIK

USAHA

USAHA

SARANA PELAYANAN

6.

PENYELENGGARA APOTEK

Dapat diusahakan oleh :

a.  Lembaga-lembaga Pemerintah tertentu, di pusat maupun di daerah;

b.  Perusahaan Negara, Perusahaan Swasta, Koperasi, dan sebagainya.

 

Dapat diusahakan oleh :

a. Lembaga atau Instansi Pemerintah dengan tugas pelayanan kesehatan di Pusat dan di Daerah;

b.Perusahaan milik Negara yang ditunjuk oleh Pemerintah;

c. Apoteker yang telah mengucapkan sumpah dan telah memperoleh izin kerja dari Menteri Kesehatan.

Didirikan dan diselenggarakan oleh Apoteker

7.

BENTUK PERIZINAN SARANA

IZIN APOTIK

IZIN PENGELOLAAN APOTEK; IZIN APOTEK

TIDAK ADA

8.

BENTUK PERIZINAN KEGIATAN

IZIN APOTIK

IZIN PENGELOLAAN APOTEK; IZIN APOTEK (SIPAàSIA), Pengelola Apotek

IZIN PRAKTIK APOTEKER

(SIPA); Praktik Apoteker

9.

PERSYARATAN PENDIRIAN APOTIK

Diatur Menteri :

  1. Syarat-syarat kesehatan daripada ruangan (tempaat) apotik;
  2. Alat-alat perlengkapan dan obat-obat yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian;
  3. Hal-hal lain yang dianggap perlu.

Sama (tidak diubah)

Memperoleh Rekomendasi dari Organisasi Profesi.

Harus berdasar :

  1. Standar Pelayanan à Menteri
  2. Standar Profesi à Organisasi
  3. Etika Profesi à Organisasi

10.

PEMBERI IZIN

Menteri à Kanwil Depkes Provinsi

Sesuai dg Syarat di atas

Menteri à Kanwil Depkes Provinsi ; Menteri à Dinas Kab/Kota

Sesuai dg Syarat di atas

Menteri à Dinas Kab/Kota

Sesuai dg Syarat di atas

11.

PERTANGGUNGJAWABAN

Apoteker sebagai penanggungjawab teknis

Apoteker sebagai pengelola

Apoteker sebagai penyelenggara praktik kefarmasian untuk pelayanan kefarmasian

12.

BENTUK DAN TATACARA PERTANGGUNGJAWABAN

Diatur lebih lanjut oleh Menteri

Diatur lebih lanjut oleh Menteri

Harus berdasar :

a. Standar Pelayanan à Menteri

  1. Standar Profesi à Organisasi
  2. Etika Profesi à Organisasi

 

13.

KEWENANGAN APOTEKER

tidak mengurangi pertanggungan jawab seorang dokter menurut peraturan-peraturan perundangan

dilaksanakan tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawab seorang dokter berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

  1. harus menerapkan standar pelayanan kefarmasian
  2. dapat dibantu oleh Apoteker pendamping dan/ atau Tenaga Teknis Kefarmasian
  3. Penyerahan dan pelayanan obat berdasarkan resep dokter dilaksanakan oleh Apoteker
  4. harus menetapkan Standar Prosedur Operasional
  5. dapat mengangkat seorang Apoteker pendamping yang memiliki SIPA
  6. dapat mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan/atau pasien
  7. dapat menyerahkan obat keras, narkotika dan psikotropika kepada masyarakat atas resep dari dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  8. bila mendirikan apotek dg modal bersama pemodal maka pekerjaan kefarmasian harus tetap dilakukan sepenuhnya oleh Apoteker yang bersangkutan.
  9. wajib mengikuti paradigma pelayanan kefarmasian dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi
  10. wajib menyimpan Rahasia Kedokteran dan Rahasia Kefarmasian
  11. wajib menyelenggarakan program kendali mutu dan kendali biaya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s